Scaffolding atau perancah yang umum disebut dengan steger merupakan elemen penting dalam sebuah pembangunan konstruksi. Ini adalah temporary yang digunakan untuk mendukung pekerja konstruksi, peralatan dan material selama proses pembangunan pun renovasi berlangsung.
Penting untuk Anda ketahui karena setiap scaffolding memiliki beberapa sistem yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan konstruksi. Salah satunya yang paling umum dipakai adalah main frame scaffolding.
Dalam proyek konstruksi, pemilihan sistem perancah sangat berpengaruh pada efisiensi kerja dan keamanan. Main frame scaffolding sering jadi pilihan karena praktis dan mudah digunakan di berbagai kondisi proyek.
Sistem ini dikenal juga sebagai steger yang umum dipakai untuk pekerjaan struktur hingga finishing. Banyak kontraktor memilih main frame scaffolding karena instalasinya cepat dan biayanya relatif terjangkau.
Nah, dalam artikel ini kita akan menguraikan tentang sistem scaffolding yang satu ini, mulai dari pengertian, fungsi, komponen yang diperlukan hingga tips sebelum membeli steger untuk proyek.
Apa Itu Sistem Main Frame Scaffolding?

Sistem main frame scaffolding merupakan jenis rangkaian perancah yang disusun dari rangka baja vertikal yang dihubungkan oleh cross brace (batang penyilang).
Main frame scaffolding paling banyak digunakan di proyek konstruksi karena praktis untuk cara pasangnya hanya tinggal disusun secara plug-and-play jadi tidak perlu keahlian khusus untuk merangkai steger dengan sistem ini.
Perlu diketahui kalau sistem main frame scaffolding ini sering digunakan pada proyek gedung, perumahan, dan renovasi. Kemudahan bongkar pasang membuat sistem ini cocok untuk pekerjaan dengan mobilitas tinggi.
Baca Juga: Ukuran Main Frame Scaffolding Lengkap dan Standarnya di Lapangan
Fungsi Sistem Main Frame Scaffolding dalam Proyek
Fungsi utama main frame scaffolding adalah sebagai akses kerja yang aman di ketinggian. Sistem ini membantu pekerja menjangkau area sulit tanpa mengganggu struktur utama bangunan.
Sistem main frame scaffolding ini memiliki fungsi utama sebagai struktur pendukung sementara yang aman dan stabil bagi para pekerja konstruksi ketika bekerja di ketinggian.
1. Platform Kerja
Tentu ini adalah fungsi yang paling diperlukan adalah sebagai penyedia lantai kerja yang rata dan cukup luas. Dengan adanya catwalk, para pekerja lebih leluasa untuk bergerak ketika melakukan pekerjaan seperti memplester dinding, memasang batu bata, atau mengecat tanpa rasa khawatir.
2. Mobilitas Vertikal dan Horizontal
Dalam sistem main frame ini terdapat tangga untuk pekerja agar mudah berpindah dari satu titik ke titik lain di area bangunan yang tinggi. Dengan desain walk-through frame tentu sangat membantu mobilitas pekerja di sepanjang sisi bangunan tanpa terhalang struktur stegernya.
3. Penyangga Beban
Sistem main frame dirancang untuk menahan beban yang lumayan berat, jadi bukan hanya berat pekerja saja, tetapi juga untuk peralatan dan material bangunan seperti tumpukan semen, batu bata atau hebel, hingga mesin pertukangan lainnya.
4. Pelindungan Keamanan
Dalam sistem ini, terdapat rangkaian penting yang disebut cross brace (batang silang) yang berfungsi sebagai penguat struktur. Nah, dengan adanya fungsi tersebut tentu akan meningkatkan rasa aman secara psikologis sehingga para pekerja akan lebih fokus untuk menjalankan tugasnya.
Komponen Sistem Main Frame Scaffolding
Apa saja sih bagian sistem main frame scaffolding?
Untuk membentuk satu sistem main frame scaffolding, Anda membutuhkan beberapa komponen utama yang saling terhubung. Setiap komponen berperan penting dalam menjaga kekuatan dan kestabilan struktur.
1. Komponen Utama (standard)
Saat Anda membutuhkan 1 set main frame scaffolding, umumnya paket tersebut sudah terdiri dari tiga komponen utama berikut:
Main Frame (Rangka Utama)
Komponen ini berupa dua rangka vertikal yang berfungsi sebagai penopang utama beban konstruksi. Main frame menjadi struktur dasar dari scaffolding. Di Indonesia, ukuran yang paling sering digunakan adalah tinggi 1,70 meter dan 1,90 meter.
Cross Brace (Penguat Silang)
Cross brace adalah dua batang besi yang dipasang secara menyilang di antara main frame. Fungsinya untuk menjaga kestabilan scaffolding agar tidak mudah goyang atau miring saat digunakan.
Joint Pin (Pin Sambungan)
Joint pin merupakan pasak besi yang digunakan untuk menghubungkan antar main frame secara vertikal. Biasanya dalam satu set terdapat empat buah joint pin yang memungkinkan scaffolding disusun lebih tinggi sesuai kebutuhan proyek.
2. Komponen Lantai Kerja (Platform)
Agar pekerja dapat berdiri dan beraktivitas dengan aman di atas scaffolding, dibutuhkan lantai kerja yang kuat dan stabil, yaitu:
Catwalk / Deck
Catwalk atau deck merupakan papan lantai berbahan baja dengan permukaan berlubang agar tidak licin. Komponen ini dipasang di antara dua main frame sebagai tempat pijakan pekerja. Dibandingkan papan kayu biasa, catwalk jauh lebih aman dan tahan lama untuk penggunaan proyek.
3. Komponen Dasar (Kaki Scaffolding)
Bagian dasar scaffolding berfungsi menopang seluruh struktur agar tetap stabil. Pemilihannya biasanya disesuaikan dengan kondisi permukaan tanah atau lantai:
Base Plate
Base plate adalah alas besi datar yang dipasang di bagian bawah main frame. Fungsinya untuk menyebarkan beban ke permukaan tanah agar tidak mudah amblas.
Jack Base (Adjustable Jack)
Komponen ini dilengkapi ulir yang bisa diatur naik-turun. Sangat berguna untuk menyesuaikan ketinggian scaffolding jika permukaan tanah tidak rata, sehingga posisi tetap stabil dan tegak.
Roda (Caster Wheel)
Roda digunakan pada scaffolding jenis mobile agar mudah dipindahkan. Biasanya roda ini sudah dilengkapi sistem pengunci (rem) untuk menjaga posisi tetap aman saat digunakan.
4. Komponen Keamanan dan Tambahan
Selain komponen utama, terdapat beberapa elemen tambahan yang berfungsi meningkatkan keamanan dan fleksibilitas penggunaan scaffolding:
Leader Frame
Frame dengan ukuran lebih pendek (umumnya sekitar 0,9 meter) yang digunakan di bagian atas atau untuk penyesuaian tinggi tertentu.
Arm Lock
Pengunci yang memastikan cross brace tetap terpasang dengan kuat pada main frame, sehingga struktur lebih kokoh.
Horizontal Frame
Bingkai horizontal yang berfungsi sebagai penguat tambahan, terutama jika scaffolding disusun dalam ketinggian yang cukup tinggi.
Guard Rail (Pagar Pengaman)
Pipa pengaman yang dipasang di bagian atas untuk mencegah risiko pekerja terjatuh.
Ladder Frame
Main frame yang sudah dilengkapi anak tangga (rungs), sehingga memudahkan pekerja untuk naik dan turun dengan lebih aman.
Ukuran Standar Steger Sistem Main Frame Scaffolding
Ukuran main frame scaffolding umumnya sudah standar untuk memudahkan perencanaan proyek. Tinggi frame biasanya tersedia dalam ukuran 170 cm, 190 cm, dan 200 cm.
Lebar frame berkisar antara 90 cm hingga 121 cm tergantung kebutuhan pekerjaan. Anda harus menyesuaikan pemilihan ukuran dengan kondisi lapangan dan tinggi kerja.
Cara Membuat Sistem Main Frame Scaffolding
Pembuatan sistem main frame scaffolding dimulai dari penyiapan area yang rata dan stabil. Base jack dipasang terlebih dahulu sebagai pondasi agar struktur tidak miring.
Main frame kemudian disusun secara vertikal dan dihubungkan menggunakan joint pin. Cross brace dipasang menyilang untuk mengunci struktur agar tetap kokoh.
Setelah rangka terbentuk, catwalk dipasang sebagai area pijakan pekerja. Pastikan semua sambungan terkunci dengan baik sebelum scaffolding digunakan.
Kelebihan Main Frame Scaffolding untuk Proyek
Sistem main frame scaffolding menawarkan keunggulan dalam kecepatan pemasangan di lapangan. Sistem modularnya membuat proses instalasi menjadi lebih efisien dibandingkan metode konvensional.
Biaya penggunaan juga relatif lebih ekonomis untuk proyek skala kecil hingga menengah. Kondisi ini membuat banyak kontraktor menggunakan sistem ini pada proyek perumahan dan gedung sederhana.
Selain itu, struktur yang stabil memberikan keamanan lebih bagi pekerja. Pemasangan yang tepat dapat menekan risiko kecelakaan kerja.
Keterbatasan yang Perlu Dipertimbangkan
Main frame scaffolding memiliki keterbatasan dalam fleksibilitas untuk desain kompleks. Sistem ini kurang cocok untuk proyek dengan bentuk bangunan tidak beraturan.
Proyek tinggi atau struktur yang rumit biasanya membutuhkan sistem scaffolding lain. Oleh karena itu, penting menyesuaikan jenis perancah dengan kebutuhan proyek.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Sistem Main Frame Scaffolding?
Main frame scaffolding cocok untuk proyek dengan pola kerja berulang dan struktur sederhana. Contohnya seperti pembangunan perumahan massal atau gedung bertingkat rendah.
Sistem ini juga ideal untuk pekerjaan finishing seperti plester dan pengecatan. Dalam kondisi ini, efisiensi dan kemudahan pemasangan menjadi keunggulan utama.
Kisaran Harga 1 Set Steger Sistem Main Frame Scaffolding
Harga steger main frame scaffolding bervariasi tergantung spesifikasi dan kualitas material. Untuk satu set frame, kisarannya berada di Rp300.000 hingga Rp700.000 per unit.
Pembelian dalam jumlah besar biasanya mendapatkan harga lebih kompetitif dari supplier. Alternatif sewa juga tersedia dengan kisaran Rp15.000 hingga Rp30.000 per set per hari.
Faktor seperti ketebalan material, finishing galvanis, dan kelengkapan komponen mempengaruhi harga. Memilih produk berkualitas penting untuk menjaga keamanan proyek.
Tips Sebelum Memlih Sistem Main Frame Scaffolding
Pastikan memilih main frame scaffolding dengan material baja yang kuat dan tahan lama. Produk dengan lapisan galvanis lebih tahan terhadap karat dan kondisi lapangan.
Pastikan Anda melengkapi semua komponen agar sistem bisa langsung digunakan.. Pilih supplier yang mampu memenuhi kebutuhan proyek secara konsisten.
Main frame scaffolding merupakan solusi perancah yang efisien dan ekonomis untuk berbagai proyek. Dengan memahami fungsi, ukuran, dan harganya, Anda bisa mengambil keputusan yang lebih tepat.
Jika Anda sedang mencari steger untuk proyek, pastikan memilih produk yang sesuai kebutuhan. Supplier yang tepat akan membantu proyek berjalan lebih aman dan efisien.
Stegerscaf Penyedia Scaffolding Berkualitas untuk Semua Kebutuhan Proyek Kontruksi
Jika Anda sedang mencari penyedia steger untuk sistem main frame scaffolding, penting memilih partner yang berpengalaman. Ketersediaan produk dan kualitas material sangat berpengaruh pada kelancaran proyek.
stegerscaf.com menyediakan berbagai kebutuhan komponen scaffolding mulai dari sistem main frame hingga sistem lainnya. Kami menawarkan produk berkualitas terbaik dengan harga kompetitif untuk kebutuhan proyek.
Anda juga bisa melakukan konsultasi untuk menyesuaikan kebutuhan scaffolding dengan kondisi lapangan. Tim Stegerscaf.com siap membantu Anda melalui layanan WhatsApp dengan respon cepat dan profesional.
